Wapmild Official Basic Media Cyber.

Subkhanallah Banyak Peziarah - Potong Peci Sunan Bonang

SEPERTI KITA KETAHUI langkah perjalanan wali-yullah saat menyebarkan Islam ternyata tidak hanya terdapat di kota ke kota tempat para wali itu dimakamkan. Namun,hal itu juga ada beberapa tempat yang pernah di-singgahi para wali-yullah (petilasan).

Ada di Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Di dalam Masjid Al Huda di desa tersebut terdapat sebuah peci kopiah yang pernah dipakai Sunan Bonang.

Menurut juru kunci Turyono (50), saat itu Sunan Bonang datang di desa yang terletak di perbukitan bersama Sunan Kali-jaga. Kedatangan dua wali dalam perjalanan menyebarkan Islam di tanah Jawa.

''Selain peci Sunan Bonang, juga ada Alquran tulisan Sunan yang masih asli. Salah satu peninggalan lain adalah pohon jambu air yang ditanam Sunan Kalijaga di utara Masjid Al Huda,'' kata sang juru kunci.

Peci Sunan Bonang itu terbuat dari anyaman (akar). Sekarang peci itu diletakkan dalam kotak kaca. Namun, karena banyak Jari jahil, sekarang bagian atas peci terbuka. Hanya beberapa orang yang bisa memakai peci peninggalan wali tersebut. NB: ''Kalau tidak berkenan, peci itu tidak bisa diletakkan dikepala, syubkhanallaah » Karena itu, banyak yang membawa potongan akar dari peci ini. Caranya dengan memotong saat di tunjukkan.''

Keajaiban juga terjadi pada Alquran tulisan tangan itu. Sebab, kita-bsuci tersebut bisa menjadi rapor bagi yang membuka. Isi dari ayat itu merupakan''potret diri''. ''Alquran ini untuk istikharah. Jika ingin melihat riwayat hidup anda ea silakan membukanya,'' kata juru kunci sambil menerjemahkan ayat itu ke dalam Alquran yang sudah ada ayat dan juznya.

Bangunan masjid tersebut juga dibangun oleh dua wali. Bahkan, hanya dalam semalam itu membangun masjid di lima tempat. Tiga di wilayah Blado dan satu masjid di karang sirno ( GRINGGINGSARI ) Kecamatan Wonotunggal. ''Yang terletak berdekatan tiga masjid di Blado, yakni di Bismo, di Wono bodro, lalu satu lagi di Gringgingsari. Kemudian yang satu ada di Makah. Tempat ini dulu digunakan para sunan untuk bermusyawarah.''

Salah satu tiang Masjid Al Huda menggunakan saka sambungan. Konstruksinya sama seperti yang digunakan saat membangun Masjid Agung Demak. Ada 4-tiang yang menggunakan kayu. Dan Setiap tiang mengandung tuah. Tiang di utara barat yang dibuat Sunan Kalijaga disebut saka berkah. Kemudian yang di selatan untuk meraih pangkat. Lalu, yang di selatan timur untuk kekuatan, sedangkan yang di utara timur untuk mencari jodoh

''Namun, kalau meminta berkah jangan kepada tiang, itu syirik!!!. Semua tetap kita mintakan kepada Allah SWT,'' ujar juruKunci yang rumahnya berada di lingkungan masjid.

Hanya, kayu saka berkah Sunan Kalijaga itu memang mempunyai daya tarik tersendiri. Selain tiang ada juga ornamen ukiran dari kayu yang konon dibuat Sunan Bonang.

Tidak seperti tempat-tempat keramat yang biasanya keramaian terjadi pada malam Jumat Kliwon, di Masjid Al Huda Bismo justru terjadi pada Kamis Pahing malam Jumat Pon. ''Banyak peziarah berzikir sambil mengelilingisaka berkah. Ada yang juga yang sengaja mencari jodoh, mendekat tiang sebelah timurnya. Ternyata peziarah yang datang ke sini tak lama kemudian mendapat » Bacalaman Selanjutnya.. (Saiful Milla-GRINGGINGSARI)

30 Nov 2015

Comments powered by Disqus RSSground.com