INFORMASI BUAT PENGUNJUNG!!!

Owner Wapmild Sekarang Aktive Di www.sfm.9in.us

Saya yakin Hampir sebagian besar dari kita tanpa membeda gender (Apakah itu laki-laki atau wanita)  menyukai film KungFu. Bahkan ada yang belajar bela diri yang berasal dari biara Shaolin ini. Begitu terkenalnya bela diri Negara Tirai Bambu ini di dunia. Saat kita menyaksikan film KungFu yang sarat dengan bela diri, kita sering dibuat terpana  oleh gerakan-gerakan indah jurus kungfu tersebut. Bahkan anak kecil atau remaja berhayal bisa menguasai bela diri. Mungkin juga kita para orang dewasa.

Kita telah dibuat lupa, akan pesan yang disampaikan lewat film ini. Karena keindahan dan keelokan dari jurus kungfu tanpa disadari, kita terlena dibuatnya sehingga kita tidak bisa menangkap makna-makna atau pesan-pesan tentang kehidupan yang disampaikan lewat film ini.

 “SHAOLIN” Film ini hampir membuat air mata saya menetes, karena begitu sarat dengan pengorbanan, tapi entah mengapa tiba-tiba seperti ada sesuatu yang datang dari dalam diri saya, mengingatkan saya untuk apa saya menangis toh nanti setelah habis film ini kamu akan lupa tentang kesedihan dan pengorbanan yang ditampilkan dalam film ini. Tapi alangkah baiknya kamu mencoba memahami akan kata-kata bijak tentang  kehidupan yang disampaikannya atau pesan tersirat dari setiap gerakan indah dari jurus-jurus kungfu yang dimainkan tersebut.

Salah satu kata yang sangat bijak dan mengandung makna yang begitu dalam bagi saya dalam film “SHAOLIN” yang dibintangi oleh Andy Lau, Jackie Chan, Nicholas Tse dan Fan Bingbing, adalah “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”.

Yang bisa saya tangkap makna dari kata-kata bijak itu adalah:

1. Syukurilah rezeki yang telah di berikan oleh Allah, baik itu banyak atau sedikit, baik atau kurang baik. Janganlah melihat kepada keberuntungan orang (melihat kehidupan orang yang lebih dari kita) tapi lihatlah kepada orang-orang yang tidak beruntung dibandingkan kita dengan begitu kita akan selalu menjadi orang yang sangat bersyukur. (Bersyukur memberikan ketenangan hati).

2. Janganlah mengeluh dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah/ yang telah ditakdirkan oleh Allah atas diri kita. (Menjalani apa yang menjadi takdir diri dengan ikhlas dan tabah menjadikan kita tegar dan dekat dengan Dia)

3. Berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain dengan salah satu cara adalah sedekahkan harta yang kita miliki. Karena rezeki orang lain ada ditangan kita  di titipkan oleh Allah. (Salah satu kebahagian hidup adalah disaat harta benda yang kita miliki bahkan diri kita sendiri bisa bermanfaat bagi orang lain dan agama).

Kata itu membuat saya merenung, dan bertanya pada diri sendiri. Apakah saya akan  bisa dan mampu menjalankan hidup seperti kata bijak “apa yang kita miliki telah melebihi apa yang kita harapkan”. Apakah saya akan mampu menjadi manusia yang bersyukur dengan rezeki  yang telah diberikan oleh Allah. Apakah saya akan selamanya menjadi manusia yang meletakkan dunia di kepala, punggung dan dikedua pundak saya……………???

Mampukah saya menjadikan dunia sebagai sarana saya untuk berdakwah dijalan Allah. Menjadikan dunia kendaraan yang akan menghantarkan saya menuju jalan Allah.

Sementara godaan dan liukkan tubuh dunia masih suka mengoda hati dan ego saya untuk menaklukkan dan mendapatkan keelokkan dan kemolekan liukkan tubuh dunia.

Akankah saya mampu menjadi manusia yang bisa berbagi dan peduli terhadap kesusahan orang lain. Dan menganggap bahwa rezeki mereka ada ditangan saya di titipkan oleh Allah. Atau saya akan menjadi orang yang kikir dan baqil………….???

11 Jul 2016

Comments powered by Disqus RSSground.com