Make Money Selling Domains, $50 Signup Bonus!cerita ini adalah kisah nyata yang saya alami (penulis).

kisah seorang anak manusia dan inilah kisah cerita kehidupan saya bertubuh cungkring berkulit kuning langsat itulah saya, sejak kecil saya merasa selalu direndahkan di ejek oleh orang sekampung, tapi tidak semua juga, krn masih ada yg mau memahami saya, dulu aku masih ingat jelas waktu usiaku sekitar 16tahuxan aq pernah di musuhi orang" kampung saya, bahkan saya hendak di aniaya, dan sempat bapak saya juga di cekik, meja rumah yg ada di ruang tamu sempat di siram minyak tanah hingga api yang ada dimeja lampu sentir menyambar dan membakar meja tersebut, namun dgn tangan reflek bapak saya tanpa pelindung tangan menyambar api yg menyala di atas meja dan mengusap usapnya, hingga api tak menjalar dan mati, tentu melihat hal itu saya takut panik dan campur aduk, karna melihat kejadian itu, di tambah lagi banyak orang yang berkerumun yang hendak main hakim sendiri tanpa memikirkan baik buruknya.


itu kenapa mereka semua pada bringas kepada kluarga saya, terutama pda saya, krn saya telah di tuduh mencuri PETE (petai) di kebun milik tetangga saya, padahal jujur saya tidak mencuri itu, tapi faktanya dan katanya ada yang melihat saya mencurinya, tepat saat saya bersama teman" sebaya saya, yang bukan teman sekampung melainkan tetangga kampung, saat melintas di jalan yang TKP tersebut, karna memang kebunnya di samping jalan umum warga kampung.

seingat saya memang saya meliwati TKP dan salah seorang teman saya bilang eih.. Ini kebun siapa, itu ada petai yuk kita petik, saya sebagai anak warga kampung saya tentu saya tahu itu kebun siapa, dan saya bilang itu kebun milik tetangga saya, dan teman saya satunya lagi udah melempar kayu yang ada di sekitar kami, dan itu tanpa sepengetahuan saya, karna saya lg ngobrol sama teman yang pertama kali nunjuk ke pohon petai itu.

%

Get a Make Money Selling Domains, $50 Signup Bonus!

waktu itu saya berenam orang anak, dan setelah saya mendengar suara "krosak" saya melihat ada satu keris petai yg jatuh, dan tanpa di komando 3 teman saya berlari berebut petai tersebut, sedang saya dan 2 teman saya asyik ngobrol sana sini

Ringkas Kisah Cerita


Begitulah kejadian yang saya tahu dan ingat

  • saat itu waktu saya di tuduh mencuri petai di kampung saya, dan waktu itu kampung saya belum ada listrik.
  • kembali ke saat keluarga saya hendak di hakimi warga karna menurutnya itu adalah saya pencuri “SUMPAH DEMI TUHAN !”
  • sampai saat ini saya masih ingat jelas kenangan masa kelam silam saya, betapa naif nya saya yang selalu jadi bahan hinaan orang, tapi saya menyadari siapa diri saya ini, dan dalam hati saya meminta keadilan tuhan, dan allkhmdllh tuhan mendengar hingga statu persatu mereka yang dulu pernah buas kepada kluarga saya, ahkirnya menderita akibat penyakit dan mati, dan ada yang pergi jauh merantau hingga kini tak kembali.
    ada pula yang kehidupanya pontang panting kesusahan, itu semua adalah keadilan tuhan allah swt.
  • dan tak tahu kenapa hingga saat ini saya sudah dewasa, orang sekampung saya (tidak semua) “masih juga ada yang membenci secara diam_diam”serta mencemoh sayah .kluarga saya, baik ada yg secara langsung, sindiran, bahkan main belakang namun saya yakin tuhan akan memberikan keadilan kepada mereka, jauh lebih hina dan menyengsarakan.
  • itu kenapa saya lebih suka diam, dan jarang bergaul dengan orang sekampung saya “SAKIT HATI”.

Kisah nyata seorang pemuda kampung

  • kini saya berfikir, lebih baik diam dan menyendiri itu lbh baik, dari pada saya bergaul dengan kepura_puraan.

redmore... Next.

18 Jul 2016

Comments powered by Disqus