Wapmild Official Basic Media Cyber.

Di dalam kehidupan seorang pemuda yang tinggal dengan seorang ibunya yang renta nan menderita serta Berpenyakit lumpuh total

Dalam keseharian pemuda ini mengurusi ibunya, memberi makan, memandikan, memberesihkan kotoran ibunya dan semua kebutuhan si ibu.

Dikarenakan ibunya sudah lumpuh total hingga tak bisa bergerak, dan pemuda inilah yang terus mengurus iibu kandungnya itu.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya pemuda itu harus bekerja banting tulang kering sebagai buruh dan pembantu atau bahkan istilah kasar budak pada masa itu.

Namun tidak ada satu pun yang bersedia menerima pemuda itu, lantaran pemuda itu miskin, kusut, bau dan ditambah lagi ia menderita penyakit kusta dikedua tangannya. Sampai pada akhirnya ada yang mau menerimanya bekerja, itu pun hanya sebagai buruh pembersih kandang kerbau.

Sepintas tidak ada hal yang istimewa didalam diri pemuda paruh baya ini, mari sebut saja Pemuda payah sebagai namanya.

Hari-harinya hanya sibuk mengurusi ibunya dan di sela-sela waktu saat ibunya tertidur, ia pun bergegas untuk pergi bekerja membersihkan kandang kerbau demi mencari kebutuhan untuk keperluan pengobatan ibunya
————————
———————
——————
—————
————
———
!%=W A P M I L D=%!


Hanya ada satu hal yang menjadi kebiasaan si pemuda ini, pemuda payah ini selalu ingin sekali merantau (mencari kerja yang lebih baik). tapi kesadaran diri, itu pun tak pernah mungkin kesampaian, lantaran ia tdak bisa meninggalkan ibunya sendirian dirumah walau sehari pun.


Rumah tempat mereka tinggal itu sangatlah terasing, bahkan jauh dari permukiman atau perkampungan warga.

itu dikarenakan mereka Telah diusir oleh penduduk setempat karena penyakit kusta pada sang pemuda payah tersebut serta kemiskinan yang tiada kira, Mungkin bagi para warga itu dianggap berbahaya dan menular, Picik nian pemikiran warga.

Akhirnya pemuda payah itu pun harus tinggal bersama ibunya ditempat yang jauh dari kehidupan warga, menyepi dalam setiap hari, menunduk dalam kenistaan pada diri. Tak seorang warga pun yang mau memperhatikan mereka, karena mereka takut, akan tertular penyakit serta kemiskinannya,

Heeemmm... Namun Sampai suatu hari, begitu teringin-nya ia (mencari kerja yang lebih baik)., ia pun menekatkan diri untuk meninggalkan ibunya yang sedang sakit dan pergi secara diam dari rumahnya iapun berajak cukup jauh untuk sebuah perjalanan kaki.

Setelah lebih dari setengah hari, kurang lebih berjalan, hati dan perasaan pemuda payah itu pun tidak enak, ia terbayang-bayang kondisi pada keadaan ibunya yang sedang sakit dirumah, Semakin ia ingin (mencari kerja yang lebih baik)., maka perasaan bersalah menikam hati serta jiwa karena meninggalkan ibunya pun terus semakin berat. Air matanya terus mengalir selama diperjalanan (Dalam mencari kerja yang lebih baik). yang jauh dan tampa makan dan minum.

Tujuannya hanya satu,, ia kepingin Sukses banyak uang demi untuk mengobati sang ibu untuk sekali saja dalam hidup. Namun apa daya. ketika pemuda payah itu hampir sampai dikota dimana Ia dapat menawarkan diri untuk bekerja secara khalal. ia pun tiba-tiba mengubah haluan dan berbalik menyusul ibunya, ( kembali melangkah pulang ) Tak kuasa menahan tangis, dan merasa bersalah, khilaf, berdosa dan lainnya, ia pun lari sekuat tenaga untuk dapat pulang dengan cepat dan menyusul ibunya dirumah. Setelah lebih dan kurang dari 6 jam berlari. ia pun sampai dirumah dan apa??
————————
———————
——————
—————
————
———
!%=W A P M I L D=%!


Pemuda payah ini, maksud saya pemuda itu mendapatkan ibunya telah wafat atau meninggal dunia. ia pun menangis sejadi-jadinya, rasa bersalah terus menyelimuti pikiran jiwa hati nun batin dan perasaan pemuda itu hancurrr.

Hingga akhirnya ia pergi menemui warga untuk mengabarkan kepergian ibunya kepada warga. ia menemui warga untuk minta iba, atau sejelasnya tolong membantu memakamkan dan menguburkan jenazah ibunya, tapi apa??
————————
———————
——————
—————
————
———
!%=W A P M I L D=%!

  • tidak seorang pun warga yang mau menolong pemuda itu.
  • Hingga dengan derai air mata, ia sendiri yang mengurusi jenazah ibunya,
  • memandikan, mengafankan, dan menguburkan ibunya.

Wahay anda yang berhati mulia, wahay pembaca ...Masya Allah.. sedih, pilu, payah, naif, bermuram durja...


————————
———————
——————
—————
————
———
!%=W A P M I L D=%!


SEMOGA YANG dengan rapi MEMBACA Kisah INI LEBIH Dalam menyAYANGi ORANG TUA anda (yang membesarkan anda) Aamiin Allahumma Aamiin... Demikian semoga bermanfaat kisah tidak seberapa ini, salam santun.

10 Aug 2016

Comments powered by Disqus RSSground.com